Perawatan Kompresor dalam Mesin Chiller

Kompresor adalah mesin yang paling inti dalam mesin Chiller. Komponen ini merupakan yang paling utama dalam jenis mesin pendorong tekanan udara atau fluide gas yang fungsinya untuk mendorong atau menyalurkan refrigerant yang berbentuk zat gas ke evaporator, seperti mesin Chiller yang akan dibahas.

Kompresor ini memiliki jenis yang berbeda dilihat dari motor yang digerakkan, yaitu; hermetik, semi hermetik dan open type.

Secara garis besar, kompresor terbagi menjadi lima jenis, yaitu; screw, scroll, rotary, torak dan centrifugal. Namun, yang sering digunakan di Indonesia maupun dunia, biasanya lebih condong kepada jenis torak dan centrifugal.

Penggunaan kompresor ini tidak bisa sembarang atau tidak melihat panduan umum. Jika kompresor tidak digunakan secara benar, maka akan timbul risiko kerusakan yang biasanya parah dan bersifat menahun. Akibat dari penggunaan kompresor tanpa perawatan terjadwal adalah sebagai berikut;

  1. Kompresor akan cepat rusak,
  2. Efisiensi kerja kompresor semakin berkurang,
  3. Biaya maintenance atau suku cadang yang relatif mahal.

Adapun cara untuk merawat kompresor agar tidak terjadi kerusakan atau troubleshoot dalam pengerjaannya, tetapi dalam tata cara ini bisa dilakukan secara otodidak maupun didampingi dengan teknisi service AC Jakarta Pusat. Tata cara perawatan kompresor dalam mesin Chiller bisa kita lakukan hal-hal berikut ini;

  1. Perawatan terjadwal dan tidak terjadwal. Pada manajemen perawatan di sini memfokuskan kapan harus mengganti pelumas, mengatur temperatur motor dan kapasitas waktu berjalannya mesin kompresor. Fungsinya supaya kita mengetahui produktivitas dalam mesin penggerak dan jangka penggunaan yang terkadang tidak menentu. Ada pula mesin motorik kompresor bisa bertahan selama 4-5 tahun, maka dari itu tahap perawatan perlu dilakukan dengan serius agar tidak terjadi kerusakan yang fatal.
  2. Pengecekan secara berkala. Pengecekan dilakukan guna mengetahui troubleshooting yang terjadi di dalam kompresor tersebut. Pengecekan ini dikhususkan pada motor penggerak dan kapasitas pelumas di dalam mesin, dimana pengecekan ini harus dilakukan secara berkala, seperti 2-3 kali dalam sebulan tergantung pada porsi penggunaannya. Biasanya pengecekan ini dilakukan secara bertahap, guna meminimalisir adanya pengeluaran biaya dan waktu.
  3. Penggantian suku cadang. Pada tahap ini dilakukan ketika perawatan dan pengecekan sudah masuk pada zona darurat atau kerusakannya sudah fatal. Yang sering terkena kerusakan fatal pada kompresor biasanya pada motor penggerak, v-belt, gear operation dan selang penyalur. Disarankan penggantian suku cadang yang benar-benar tepat dari sisi kepercayaan merek, dapat dengan meningkatkan sisi kualitas dan produktivitas juga jangan mengganti suku cadang yang tidak sesuai dengan mesin kompresor.

Leave a Reply