Ingin Tahu Asal Mula Kuntilanak? Saksikan Kisahnya di Film Mangkujiwo

Pernah nggak sih kamu penasaran dengan darimana munculnya tokoh-tokoh menyeramkan legendaris seperti pocong, tuyul, kuntilanak, dan sejenisnya? Apakah mereka hanya gambaran yang muncul tiba-tiba, dibuat oleh pihak tertentu, atau darimana? Percaya atau tidak, bukan masalah. Namun kalau kamu penasaran kisah apa yang mereka punya dibalik sosoknya yang menyeramkan, ada suatu film yang cocok banget untuk kamu tonton. Ya, film itu adalah tidak lain, Mangkujiwo, yang mulai tayang di bioskop 30 Januari 2020.

Dalam film yang diproduseri oleh Raam Punjabi ini, kisah yang dikuak adalah kisah asal mula, atau munculnya kuntilanak. Cerita misterius yang juga mengharukan ini dibungkus dengan story telling yang oke, untuk mengisahkan seperti apa asal mula kuntilanak tanpa menghilangkan kesan horror dan misteriusnya. Cerita dimulai dengan adanya permusuhan antara Brontoseno (Sujiwo Tejo) dan Tjokro Kusumo (Roy Marten). Keduanya saling bertikai, memperebutkan kekuasaan atas loji pusaka.

Dalam sebuah pertikaian, tentu ada pihak yang menang dan kalah, dong. Broto berhasil didepak oleh Tjokro dengan cara memfitnah, dan tentu hal ini nggak membuat Broto pergi dengan ikhlas. Ia menyimpan dendam yang besar, keinginan untuk membalaskan dendamnya itu pada Tjokro cukup kuat. Hingga dirinya berusaha memanfaatkan kelemahan Tjokro, yaitu melalui gadis desa yang dihamili Tjokro, yang bernama Kanthi (Asmara Abigail).

Gadis ini berakhir dipasung dan mengalami penganiayaan selagi mengandung bayi dari Tjokro. Mengetahui rencana jahat Broto yang hanya ingin menjadikan dirinya sebagai pembalasan dendam, Kanthi berniat bunuh diri. Dengan harapan, bisa meredakan pertikaian antar kedua pihak tersebut. Tidak sendiri, Sadi (Septian Dwi Cahyo), yang adalah pelayan Brotoseno membantu rencana bunuh dirinya itu. Walau berhasil bunuh diri, Brotoseno sempat membelah perut Kanthi dan menyelamatkan bayinya. Bayi ini kemudian dinamai Uma (Yasamin Jasem). Sementara roh Kanthi masih juga tidak bebas, melainkan diserap kedalam Cermin Kembar.

Tidak ada perbuatan yang tidak mempunyai akibat. 21 tahun setelah kejadian tersebut, tiba saatnya Brotoseno mendapatkan akibat dari perbuatan kejinya.

Film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis ini dibintangi oleh banyak aktor dan aktris top, mulai dari Sujiwo Tejo, Yasamin Jasem, Asmara Abigail, Roy Marten, Samuel Rizal, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply